Berita Seputar Dunia Pendidikan

Peradaban yang Ditulis oleh Para Pemenang

Peradaban yang Ditulis

Peradaban yang Ditulis – Sejarah bukanlah catatan suci yang mengalir begitu saja. Ia adalah arena pertarungan narasi, di mana yang berkuasa menulis kisahnya, dan yang kalah terkubur dalam bayang-bayang ketidakjelasan. Buku-buku sejarah di sekolah? Itu hanyalah versi jinak dari kenyataan yang di poles agar nyaman di baca. Padahal, sejarah sesungguhnya adalah genangan darah, tumpukan mayat, dan pengkhianatan demi pengkhianatan yang di selimuti retorika kemajuan.

Kekejaman yang Dibungkus Kebanggaan

Bangsa yang besar selalu menutupi jejak gelapnya dengan kebanggaan nasional. Ingat bagaimana kolonialisme di poles sebagai “misi penyebaran peradaban”? Mereka menyebutnya pembangunan, tetapi nyatanya itu perampokan berkedok modernisasi. Ratusan ribu nyawa berguguran, ribuan tanah di rampas, dan budaya di paksa tunduk atas nama “kemajuan.” Namun, alih-alih mengingatnya sebagai tragedi, kita justru di ajarkan untuk mengagumi para penjajah yang datang dengan senyum palsu.

Pengkhianatan yang Tidak Pernah Usai

Sejarah bangsa ini penuh dengan pengkhianatan—bukan hanya oleh orang asing, tetapi juga oleh bangsanya sendiri. Dari persekongkolan dengan penjajah hingga kudeta yang menyamar sebagai revolusi, setiap babak sejarah di penuhi tokoh-tokoh yang dengan licik menjual negaranya demi sepotong kekuasaan. Ironisnya, banyak dari mereka yang justru di abadikan sebagai pahlawan, sementara mereka yang berjuang dengan jujur di singkirkan, di cap pemberontak slot bonus new member, atau lebih parah lagi—di hapus dari sejarah.

Perlawanan yang Dimanipulasi

Setiap pemberontakan yang lahir dari kepedihan selalu di hadapkan dengan satu pilihan: di hancurkan atau di kendalikan. Mereka yang melawan penguasa harus bersiap dengan dua kemungkinan—di bungkam selamanya atau di paksa berkompromi hingga kehilangan ruh perjuangannya. Berapa banyak revolusi yang akhirnya hanya melahirkan diktator baru? Berapa banyak gerakan rakyat yang akhirnya di susupi dan di ubah menjadi alat kekuasaan?

Sejarah yang Harus Di tulis Ulang

Kita telah terlalu lama di cekoki sejarah yang di buat untuk kepentingan mereka yang berkuasa. Nama-nama besar yang di agungkan mungkin bukanlah pahlawan sejati, dan mereka yang di kutuk sebagai pengkhianat bisa jadi justru korban dari tipu daya sejarah. Jika ada satu hal yang pasti, maka itu adalah fakta bahwa sejarah selalu menjadi alat manipulasi, dan kebenaran yang sesungguhnya tidak akan pernah di temukan dalam buku pelajaran yang di susun oleh mereka yang ingin tetap slot kamboja.

Exit mobile version